Semarang-Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Walisongo Semarang turut berpartisipasi dalam penyambutan tim asesor akreditasi internasional ACQUIN melalui penampilan Tari Tradisional Semarangan di lobi Gedung Rektorat, Minggu (12/7/2026). Penampilan tersebut menjadi bagian dari prosesi penyambutan resmi yang dipimpin langsung oleh Rektor UIN Walisongo Semarang Prof.Dr.  Musa Hadi, M.Ag. bersama jajaran pimpinan universitas.

Prosesi diawali dengan pengalungan selendang batik kepada tim asesor sebagai simbol penghormatan dan sambutan hangat dari keluarga besar UIN Walisongo Semarang. Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Tradisional Semarangan yang dibawakan oleh mahasiswa Prodi PIAUD sebagai representasi kekayaan budaya lokal sekaligus bentuk penghormatan kepada tamu kehormatan dari mancanegara.

Tari Tradisional Semarangan dipilih karena mencerminkan karakter masyarakat Kota Semarang yang terbuka, ramah, serta kaya akan nilai-nilai budaya. Penampilan ini sekaligus menunjukkan komitmen UIN Walisongo dalam mengintegrasikan pelestarian budaya lokal dengan semangat internasionalisasi perguruan tinggi.

Pembina Tim Tari Prodi PIAUD, Ibu Putri, menjelaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa PIAUD dalam penyambutan tersebut tidak sekadar menampilkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan identitas budaya Indonesia kepada tim asesor internasional.

“Melalui Tari Tradisional Semarangan, kami ingin menunjukkan bahwa tradisi dan nilai-nilai budaya lokal tetap memiliki tempat yang penting di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Pelestarian budaya merupakan bagian dari pendidikan karakter yang terus kami tanamkan kepada mahasiswa,” ujarnya.

Prosesi penyambutan dihadiri oleh Rektor beserta para Wakil Rektor, dekan, ketua lembaga, kepala biro, serta para ketua program studi di lingkungan UIN Walisongo Semarang. Kehadiran seluruh unsur pimpinan mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung proses akreditasi internasional sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan dan penguatan reputasi universitas di tingkat global.

Setelah prosesi penyambutan di lobi rektorat, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara pembukaan dan pemaparan di Gedung Teater Rektorat Lantai 4. Tim asesor kemudian mengikuti agenda peninjauan berbagai fasilitas unggulan kampus, termasuk Planetarium UIN Walisongo, serta mengikuti kunjungan budaya untuk mengenal lebih dekat kekayaan sejarah dan budaya Kota Semarang.

Partisipasi Prodi PIAUD dalam penyambutan tim asesor internasional ini menjadi wujud nyata kontribusi program studi dalam mendukung internasionalisasi universitas. Melalui perpaduan antara mutu akademik dan pelestarian budaya lokal, PIAUD UIN Walisongo menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada penguatan identitas budaya sebagai bagian dari karakter bangsa.

Kontributor: Nur Khotimah