Kontributor: Nabila Dewi Taufieq

 

Semarang, 14 Juni 2026 – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program TUNAS 2 (Tumbuh Bersama Anak Sekitar) yang diselenggarakan di Panti Asuhan Manarul Mabrur, Banyumanik, Sabtu (14/6/2026).

 

Kegiatan yang diikuti 36 mahasiswa, terdiri atas 15 mahasiswa angkatan 2024 dan 21 mahasiswa angkatan 2025, tersebut menjadi bagian dari upaya HMJ PIAUD mengintegrasikan nilai kepedulian sosial dengan implementasi keilmuan pendidikan anak usia dini melalui berbagai aktivitas edukatif dan kreatif.

 

Ketua Pelaksana, Nabila Wardatun Nisa, mengatakan bahwa program TUNAS dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan kompetensi akademik sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak di panti asuhan.

 

“Kami berharap TUNAS tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa dalam mempraktikkan ilmu yang telah dipelajari di perkuliahan sehingga dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak,” ujarnya.

 

Senada dengan itu, Ketua HMJ PIAUD FTIK UIN Walisongo, Rizky Adi Setya, menegaskan bahwa TUNAS merupakan program berkelanjutan yang menjadi salah satu identitas organisasi dalam menjalankan fungsi pengabdian kepada masyarakat.

 

Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang tidak sekadar memberikan hiburan kepada anak-anak, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka.

 

“TUNAS merupakan program yang kami bangun secara berkelanjutan. Harapannya, kegiatan ini mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi profesional dan kepedulian sosial,” kata Rizky.

 

Apresiasi juga disampaikan oleh Pengurus Panti Asuhan Manarul Mabrur, Ricky Demi Permadi, yang menyambut baik kolaborasi bersama HMJ PIAUD FTIK UIN Walisongo. Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga sosial dapat terus diperkuat untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak melalui kegiatan yang edukatif dan inspiratif.

 

Dalam pelaksanaannya, kegiatan dipandu oleh Nadia dan Viona sebagai fasilitator yang mengajak anak-anak mengikuti beragam aktivitas pembelajaran berbasis bermain (learning through play). Konsep tersebut dirancang untuk menstimulasi aspek kognitif, motorik, sosial, emosional, dan kreativitas anak secara menyeluruh.

 

Kegiatan diawali dengan praktik penjernihan air, yang mengenalkan konsep sains sederhana melalui eksperimen yang mudah dipahami anak-anak. Melalui aktivitas ini, peserta diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kualitas air dalam kehidupan sehari-hari.

 

Selanjutnya, anak-anak mengikuti kegiatan mewarnai tas yang memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan imajinasi sekaligus melatih koordinasi mata dan tangan serta kemampuan motorik halus.

 

Suasana semakin meriah ketika peserta bersama anak-anak membuat gantungan kunci dari pipe cleaner. Aktivitas ini melatih ketelitian, kreativitas, dan kemampuan menyusun bentuk sederhana melalui media yang menarik dan aman bagi anak.

 

Tidak hanya itu, anak-anak juga diajak menghias bingkai foto menggunakan dokumentasi yang telah diambil pada kegiatan TUNAS 1. Kegiatan tersebut menjadi sarana membangun ikatan emosional sekaligus mengabadikan pengalaman positif yang telah mereka lalui bersama mahasiswa HMJ PIAUD.

 

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah finger painting, yaitu kegiatan mencetak sidik jari berwarna pada gambar pohon hingga membentuk dedaunan yang beragam. Aktivitas seni tersebut tidak hanya melatih kreativitas dan eksplorasi sensorik, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui pendekatan bermain.

 

Program TUNAS 2 (Tumbuh Bersama Anak Sekitar) merupakan program yang tidak hanya menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak panti asuhan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk  mengimplementasikan kompetensi pedagogik, memperkuat empati sosial, serta menumbuhkan semangat kolaborasi dengan masyarakat.

 

Lebih jauh, TUNAS 2 menjadi refleksi bahwa pengabdian masyarakat tidak sekadar diwujudkan melalui pemberian bantuan, melainkan melalui proses pendampingan dan pendidikan yang berkelanjutan. Dengan semangat “Tumbuh Bersama Anak Sekitar”, HMJ PIAUD FTIK UIN Walisongo berupaya menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial di tengah masyarakat.