
Kontributor: Naila Nur Maulida
Semarang,– Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang menggelar workshop mendongeng sebagai upaya meningkatkan kreativitas dan kompetensi mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Teater Lantai 3 Fakultas Kedokteran dan diikuti oleh mahasiswa PIAUD dengan antusias tinggi (Senin/4/05/2026).
Workshop ini menegaskan pentingnya keterampilan mendongeng sebagai salah satu kompetensi dasar dalam disiplin pendidikan anak usia dini. Kemampuan tersebut dinilai strategis dalam mengembangkan aspek kognitif, bahasa, sosial, dan emosional anak.
Wakil Dekan III FTIK UIN Walisongo, Dr. Karnadi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai workshop ini menjadi ruang aktualisasi yang positif bagi mahasiswa.
“Saya bangga dengan kreativitas mahasiswa PIAUD. Semoga dari kegiatan ini lahir pendongeng-pendongeng handal yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan anak usia dini,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Prodi PIAUD, Agus Khunaifi, menekankan pentingnya pengembangan diri mahasiswa di luar ruang kelas. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi sarana strategis untuk meningkatkan kualitas lulusan.
“Mahasiswa perlu mengaktualisasikan diri melalui berbagai kegiatan pengembangan kompetensi agar memiliki daya saing dan kesiapan profesional yang lebih matang,” ungkapnya.
Pada sesi utama, narasumber Achmad Agung Ferrianto, S.T., memaparkan teknik dan strategi mendongeng yang efektif bagi anak usia dini. Ia menjelaskan bahwa mendongeng merupakan media pembelajaran yang mampu menyampaikan nilai dan pengetahuan secara menyenangkan.
Menurutnya, cerita untuk anak usia dini harus disampaikan secara dinamis mengingat rentang fokus anak usia 0–6 tahun relatif singkat, yakni sekitar 5–10 menit. Pola cerita yang berulang juga dinilai efektif dalam membantu pemahaman sekaligus memberikan rasa aman bagi anak.
Lebih lanjut, ia menguraikan struktur dasar dalam mendongeng yang meliputi pembukaan, konflik atau petualangan, serta penyelesaian dengan pesan moral yang jelas dan berkesan. Selain itu, teknik penyampaian juga menjadi kunci keberhasilan mendongeng, meliputi penguasaan vokal, ekspresi wajah, gestur tubuh, serta kontak mata dengan audiens.
Dalam praktiknya, penggunaan media juga menjadi unsur penting untuk meningkatkan daya tarik cerita. Beberapa media yang direkomendasikan antara lain boneka dan wayang, buku bergambar, papan flanel, hingga media digital seperti animasi dan audiovisual.
Melalui workshop ini, diharapkan mahasiswa PIAUD UIN Walisongo tidak hanya memiliki pemahaman teoretis, tetapi juga keterampilan praktis dalam mendongeng sebagai bagian dari kompetensi profesional di bidang pendidikan anak usia dini.



